MENTARI NEWS- Gelombang antusiasme masyarakat terlihat jelas di halaman aula Kantor DPD Partai Golkar Lampung Selatan pada Kamis malam, 13 November 2025. Lampu-lampu terang, dekorasi kuning khas Golkar, hingga lantunan doa yang mengalun khidmat menjadi saksi tasyakuran besar-besaran yang digelar untuk menyambut penetapan Jenderal Besar H. M. Soeharto sebagai Pahlawan Nasional.
Acara ini bukan hanya sekadar perayaan simbolis, tetapi juga menjadi momen emosional bagi para kader, tokoh adat, tokoh agama, serta ratusan masyarakat yang memadati lokasi acara. Tasyakuran tersebut merupakan bagian dari kegiatan serentak Partai Golkar di seluruh Indonesia sebagai ungkapan syukur atas gelar kehormatan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Pahlawan tahun ini. Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK/Tahun 2025, yang menandai pengakuan negara atas jasa-jasa besar Soeharto dalam pembangunan nasional selama 32 tahun.
Sejak sore hari, masyarakat dari berbagai wilayah di Lampung Selatan mulai berdatangan. Para tokoh adat dari berbagai marga Sai Batin hadir lengkap dengan pakaian adatnya yang menambah kesan sakral pada tasyakuran tersebut. Hadir di antaranya Pangeran Punyimbang Agung Sai Batin Marga Rajabasa David Marison, Pangeran Tihang Marga Sai Batin Legun Azhar Marzuki, Pangeran Naga Bringsang Sai Batin Marga Dantaran Ahmad Fajirin, serta para pangeran dan penyimbang lain yang membawa wibawa dan kekuatan tradisi dalam acara tersebut.
Kehadiran tokoh agama pun semakin menguatkan makna acara. Ketua PC Nahdlatul Ulama Lampung Selatan, KH. Abdul Haris, serta Ketua PD Muhammadiyah Lampung Selatan, Drs. H. Nasrul Sani, ikut ambil bagian dalam rangkaian doa dan tausiyah. Kehadiran dua pemimpin ormas Islam terbesar ini memberi pesan bahwa penghargaan terhadap jasa Soeharto menjadi refleksi kebangsaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Plt. Ketua DPD Golkar Lampung Selatan, Tony Eka Candra, dalam sambutannya menegaskan bahwa penetapan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto merupakan keputusan yang sangat berarti, baik bagi bangsa Indonesia maupun bagi keluarga besar Partai Golkar. Tony menyampaikan bahwa Soeharto bukan hanya pemimpin politik, tetapi juga simbol keteguhan, stabilitas, dan pembangunan yang memberikan fondasi penting bagi perekonomian Indonesia.
Ia menekankan bahwa pengabdian Soeharto harus menjadi teladan bagi generasi penerus dan seluruh kader Golkar. Tony mengajak seluruh kader untuk tidak sekadar bangga, tetapi juga menjadikan momentum ini sebagai pendorong untuk bekerja lebih keras demi kemajuan daerah dan bangsa. Menurutnya, rasa syukur ini harus diterjemahkan dalam bentuk nyata, yakni pelayanan kepada masyarakat dan kontribusi dalam pembangunan daerah.
Anggota DPRD Provinsi Lampung, Agus Sutanto, menambahkan bahwa pengakuan negara terhadap jasa Soeharto merupakan langkah historis yang memiliki arti besar bagi perjalanan bangsa. Ia menyebut Soeharto sebagai sosok pemimpin yang berhasil membawa Indonesia melalui masa-masa sulit, memperkuat stabilitas politik, dan membangun pondasi ekonomi yang bertahan hingga kini. Agus menyampaikan rasa haru dan kagumnya atas keputusan tersebut, sambil mengajak masyarakat untuk terus meneladani semangat pengabdian Soeharto.
Sekretaris DPD Golkar Lampung Selatan, Saiful Azumar, menegaskan bahwa tasyakuran ini bukan hanya perayaan, tetapi juga refleksi mendalam bagi seluruh kader Golkar. Ia berharap acara ini mampu menguatkan kembali komitmen politik dan moral seluruh anggota agar terus bekerja untuk rakyat, sebagaimana dedikasi yang ditunjukkan Soeharto selama memimpin Indonesia.
Acara berlangsung semakin khidmat saat doa bersama dilantunkan, dipimpin oleh para tokoh agama. Suasana yang semula dipenuhi tepuk tangan dan suara antusias warga menjadi lebih tenang dan haru ketika doa dipanjatkan untuk para pahlawan, khususnya Soeharto. Sejumlah jamaah terlihat meneteskan air mata, mengenang masa-masa kejayaan pembangunan yang pernah dirasakan di era kepemimpinan Soeharto.
Selain doa dan sambutan, acara juga diisi dengan tausiyah yang mengangkat tema nasionalisme, persatuan, dan pentingnya menjaga warisan perjuangan para pahlawan bangsa. Tausiyah tersebut tidak hanya mengajak masyarakat untuk bersyukur, tetapi juga untuk lebih peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
Hingga malam larut, warga masih terlihat enggan meninggalkan lokasi. Banyak yang mengaku bangga dan bersyukur dapat hadir dalam momen bersejarah ini. Bagi sebagian besar masyarakat Lampung Selatan, Soeharto bukan hanya sekadar mantan presiden, tetapi figur yang meninggalkan jejak pembangunan yang kuat dan dikenang hingga kini.
Tasyakuran ini menjadi bukti bahwa penghargaan yang diberikan negara kepada Soeharto mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Bagi Golkar Lampung Selatan, acara ini menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun bangsa harus terus dilanjutkan, dengan semangat yang diwariskan oleh para pemimpin terdahulu.***


















