MENTARI NEWS- Dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Lampung, termasuk Kota Bandar Lampung, Kabupaten Pringsewu, dan Kabupaten Tanggamus.
Kondisi tersebut mendorong anggota DPD RI Almira Nabila Fauzi untuk ikut mengambil langkah kepedulian terhadap masyarakat. Melalui tenaga ahli (TA) dan relawannya, Almira membagikan masker kepada warga di sejumlah titik di Bandar Lampung, Pringsewu, dan Tanggamus.
Kegiatan pembagian masker tersebut dilaksanakan selama dua hari, Senin hingga Selasa (7–8 September 2026).
Senator muda Almira Nabila Fauzi mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan dari paparan abu vulkanik. Menurutnya, abu vulkanik dapat berbahaya bagi kesehatan, terutama apabila terhirup melalui saluran pernapasan.
“Apalagi jika masuk melalui pernapasan, sebab bisa menyebabkan iritasi hidung dan tenggorokan, serta menyebabkan batuk, sesak napas, serta memperburuk penyakit asma atau bronkitis,” ujar Almira.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan masker ketika masyarakat beraktivitas di luar rumah maupun saat melakukan perjalanan.
“Jangan remehkan debu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau, yang bisa berdampak fatal pada kesehatan kita,” pesan Almira.
Sasar Ojol hingga Pengemudi yang Antre BBM
Pembagian masker dilakukan oleh tenaga ahli dan relawan Almira Nabila Fauzi dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat yang beraktivitas di ruang terbuka.
Di antaranya komunitas ojek online, lembaga pendidikan dan pondok pesantren, panti asuhan, pedagang pinggir jalan, komunitas parkir, hingga anggota Koramil yang sedang menjalankan piket.
Masker juga dibagikan kepada para pengemudi kendaraan yang sedang mengantre pengisian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya membantu masyarakat mengurangi risiko paparan abu vulkanik saat beraktivitas.
Bagi masyarakat yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan debu dan partikel abu vulkanik.
Warga Apresiasi Pembagian Masker
Aksi pembagian masker tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satunya Junaidi, pengemudi kendaraan roda empat yang sedang mengantre BBM di salah satu SPBU di Pringsewu.
Junaidi mengaku terbantu dengan pembagian masker tersebut. Ia bahkan menyebut sebelumnya berniat membeli masker, tetapi mengurungkan niat karena harga yang dianggap cukup mahal.
“Alhamdulillah, terima kasih mas. Sampaikan salam untuk Mbak Almira, kebetulan tadi mau beli masker tidak jadi karena harganya mahal,” kata Junaidi.
Pembagian masker di sejumlah wilayah Lampung tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan selama kondisi tersebut berlangsung.***
















