Tanah Lado International Film Festival 2026 Dorong Cerita-Cerita Sumatera Mendunia Lewat Layar Sinema

banner 468x60

MENTARI NEWS- Tanah Lado International Film Festival (TLIFF) 2026 kembali digelar sebagai ruang kolaborasi bagi insan perfilman, pelaku budaya, akademisi, komunitas, dan masyarakat untuk merayakan keberagaman melalui medium film.

Memasuki penyelenggaraan tahun keenam, festival ini mengangkat tema “Daur Baur: Kebudayaan” sebagai semangat untuk memperkuat dialog lintas budaya sekaligus memperluas jejaring ekosistem perfilman, baik di tingkat nasional maupun internasional.

banner 336x280

Berlangsung pada 10–12 Juli 2026 di Kebun Raya Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Tanah Lado International Film Festival menghadirkan beragam program utama, di antaranya Lado Cinema Camp, Layar Sumatera, Special Screening, Workshop Editing, Lado Archive, Awarding, dan Special Mention.

Rangkaian kegiatan tersebut melibatkan peserta, sineas, akademisi, serta komunitas film dari berbagai daerah, khususnya komunitas perfilman di Provinsi Lampung.

Selama tiga hari pelaksanaan, festival diisi dengan berbagai agenda seperti pemutaran film, diskusi bersama narasumber, sesi berbagi pengalaman, hingga berbagai kegiatan kolaboratif yang terbuka bagi peserta festival maupun masyarakat umum.

Festival ini juga menghadirkan sejumlah tokoh perfilman nasional sebagai juri dan narasumber. Di antaranya Daniel Rudi Hariyanto yang merupakan Head Content Program Eagle Award Metro TV sekaligus Dewan Pakar Badan Perfilman Indonesia.

Sementara itu, sesi Workshop Editing menghadirkan Sito Fossy Biosa, akademisi dari Binus University, serta praktisi film asal Lampung Irwan Wahyudi yang berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada para peserta.

Festival Director Tanah Lado International Film Festival sekaligus Koordinator Wilayah Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Lampung, PG Wisnu Wijaya, menyampaikan bahwa kategori internasional pada penyelenggaraan tahun ini mendapat kepercayaan dari para pembuat film mancanegara.

Menurutnya, sejumlah karya yang masuk berasal dari berbagai negara, di antaranya Spanyol, Singapura, dan Jepang.

“Melalui kategori Internasional, festival ini juga mendapat kepercayaan dari para pembuat film mancanegara, dengan karya-karya yang berasal dari Spanyol, Singapura, dan Jepang. Kehadiran para sineas internasional tersebut menjadi langkah penting bagi Tanah Lado untuk memperluas jejaring, membangun dialog lintas budaya, serta memperkenalkan kisah-kisah dari Sumatera kepada dunia,” ujar PG Wisnu Wijaya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan festival, di antaranya Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiana, LPDP, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) ITERA, serta Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) ITERA.

Melalui penyelenggaraan tahun ini, Tanah Lado International Film Festival 2026 diharapkan terus menjadi ruang yang menghubungkan karya, budaya, dan kolaborasi. Festival ini juga diharapkan mampu membawa cerita-cerita dari Sumatera semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional melalui karya-karya sinema yang berkualitas.***

banner 336x280