MENTARI NEWS- Meski asuhan Carlo Ancelotti diprediksi menang 2-1, namun Scotlandia di bawah asuhan Steve Clarke tetap berpotensi lolos 32 besar dan menyingkirkan Brasil apabila Morocco kalah oleh Haiti.
Namun agak tak mungkin Haiti yang baru pertama dan menjadi bulan-bulanan Scotlandia dan Brasil mengandaskan Hakimi CS, semi finalis Pildun 2022 Qatar.
Brasil harus tetap berjuang ekstra menghadapi Scotlandia, yang wajib menakhlukan Vinicius Junior dan kawan-kawan.
Salah satu keunggulan Scotlandia ialah berada di bawah asuhan Steve Clarke sejal 2019 silam, berbanding terbalik dengan Ancelotti yang baru pada 26 Mei mulai bekerja untuk Tim Samba.
Kedua tim ini akan bentrok di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Florida, Amerika Serikat pada Rabu, 24 Juni 2026 sekitar pukul 05.00 WIB dalam babak terakhir fase grup C.
Selain unggul pengalaman dan teknik individu pemain dan pemikiran pelatih, fans menjadi titik berat bagi Scotlandia mencuri 3 poin dari Brasil.
Koobit.com memperkirakan, jumlah fans Brasil yang hadir langsung ke Hard Rock Stadium bisa mencapai 30 ribu – 40.000 orang, sedangkan orang atau pun supporter Scotlandia diprediksi hanya memenuhi 15.000 – 25 ribu bangku penonton.
Sejarah pun berpendapat, Brasil dan Skotlandia memiliki telah bertemu empat kali sebelumnya di Piala Dunia: 1974, 1982, 1990, dan 1998.
Pertemuan 2026 menjadi yang kelima, menjadikannya salah satu duel yang paling sering terjadi di fase grup Piala Dunia.
Meski Brasil belum pernah kalah dari Skotlandia, tapi kini pertandingan berlangsung ketat.
Scotlandia di bawah Steve Clarke terkenal mengandalkan permainan fisik, disiplin bertahan, dan kerja keras kolektif pimpinam Andy Robertson, Scott McTominay, dan
John McGinn.
Mampukah Ancelotti memanfaatkan individu pemain Brasil untuk mengamankan sejarah atau mempermalukan dirinya atas kegagalan perdana sejak tahun 2002, Brasil akan gagal lolos fase grup Piala Dunia?***













