Wayang Kulit Lakon Ontoseno Dadi Ratu Semarakkan Tradisi Bersih Desa Kampung Sendangbaru

banner 468x60

MENTARI NEWS- Pagelaran wayang kulit semalam suntuk menjadi puncak peringatan Bulan Muharam atau Suroan 1448 Hijriah sekaligus tradisi Bersih Desa di Kampung Sendangbaru, Kecamatan Sendangagung, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (10/7/2026) malam.

Sebelum pagelaran wayang kulit digelar, panitia telah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan yang dimulai sejak Kamis (9/7/2026). Agenda diawali dengan ziarah kubur di dua lokasi, yakni Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun III dan TPU Dusun V.

banner 336x280

Ziarah kubur menjadi kegiatan pembuka sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada para leluhur yang telah berjasa dalam berdirinya Kampung Sendangbaru, sekaligus mendoakan arwah para pendahulu.

Tradisi ziarah kubur tersebut telah dirintis sejak tahun lalu, sehingga tahun ini menjadi pelaksanaan yang kedua dalam rangkaian peringatan Suroan dan Bersih Desa.

Pada Kamis malam (9/7/2026), panitia melanjutkan kegiatan dengan menggelar sholawatan yang dihadiri ratusan jamaah dari Dusun I hingga Dusun V dan berlangsung hingga menjelang tengah malam.

Selanjutnya, pada Jumat pagi (10/7/2026), masyarakat menggelar doa bersama, istighosah, serta tasyakuran dengan menyajikan sekitar 30 nasi tumpeng.

Kegiatan doa bersama tersebut dihadiri sesepuh kampung KH. Yasin Yusuf, para alim ulama, tokoh masyarakat, serta berbagai organisasi kemasyarakatan seperti Fatayat NU, Muslimat NU, dan Aisyiyah.

Puncak peringatan berlangsung pada Jumat malam dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk sebagai hiburan rakyat sekaligus upaya melestarikan budaya tradisional Jawa.

Pagelaran wayang kulit menghadirkan Ki Dalang Panji Hadisuwito dari Kampung Payung Dadi, Kecamatan Pubian, Lampung Tengah, dengan lakon “Ontoseno Dadi Ratu”.

Pertunjukan yang dimulai sekitar pukul 21.00 WIB tersebut ditandai dengan penyerahan tokoh wayang oleh Kepala Kampung Sendangbaru M. Basyaruddin kepada Ki Dalang Panji Hadisuwito.

Ratusan warga memadati lokasi pagelaran. Kegiatan tersebut juga dihadiri anggota DPRD Lampung Tengah Nuriyah yang merupakan warga Kampung Sendangbaru.

Dalam sambutannya, Kepala Kampung Sendangbaru M. Basyaruddin menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat serta panitia yang telah mendukung suksesnya rangkaian kegiatan Bersih Desa dan peringatan Tahun Baru Islam.

“Tentu acara besar seperti ini tidak akan berjalan sukses tanpa ada dukungan semua masyarakat Kampung Sendangbaru,” ujarnya.

M. Basyaruddin juga mengapresiasi semangat kebersamaan warga yang berhasil menghidupkan kembali budaya gotong royong melalui pembangunan sejumlah ruas jalan rabat beton secara swadaya.

Menurutnya, pembangunan jalan secara gotong royong telah dilakukan di Dusun II, Dusun IV, dan Dusun V.

Ia menyebut panjang jalan rabat beton yang berhasil dibangun melalui swadaya masyarakat diperkirakan mencapai sekitar dua kilometer.

“Saya berharap masyarakat terus menghidupkan gotong royong sehingga kebersamaan di kampung kita tetap terjaga,” katanya.***

banner 336x280