Bahasa Kasar, Kritik Tajam, Membongkar Makna “Hantam Goblok yang Kejam” Daerah|April 29, 2026by Melda MENTARI NEWS- Puisi “Hantam Goblok yang Kejam” (2025) merupakan karya dari seorang
Membaca Ketimpangan Lewat Puisi: Telaah Karya Muhammad Alfariezie Daerah|April 24, 2026by Melda MENTARI NEWS- Puisi Dengki Elit Politik menegaskan posisi Muhammad Alfariezie sebagai salah
Puisi Reflektif 2026: Bahasa sebagai Fondasi Relasi dan Sumber Konflik Daerah|February 12, 2026by Melda MENTARI NEWS- Puisi Meniti Anak-Anak Bapak merupakan karya yang bertumpu pada kritik
Jalan Edeilweis: Metafora Perjalanan Pengetahuan dan Risiko Eksistensial Daerah|December 30, 2025by Melda MENTARI NEWS- Puisi Jalan Edeilweis karya Muhammad Alfariezie menghadirkan refleksi mendalam tentang
Puisi Alfariezie Membaca Hukum sebagai Aparatus Ideologis Daerah|December 28, 2025by Melda MENTARI NEWS- Puisi Jalan Gelap Undang-Undang karya Muhammad Alfariezie dapat dibaca sebagai
Muhammad Alfariezie Kritik Sistem Lewat Puisi Republik Asyik Bernyanyi Daerah|December 21, 2025by Melda MENTARI NEWS – Penyair Muhammad Alfariezie menghadirkan karya terbaru berjudul Melahirkan Republik
Ambiguitas yang Disulam: Kenapa Puisi Muhammad Alfariezie Bikin Pembacanya Overthinking Semalaman? Daerah|November 25, 2025by Melda MENTARI NEWS- Puisi “Malam Menyulam Perpisahan” karya Muhammad Alfariezie lagi ramai diperbincangkan
Analisis dan Pesan Puisi “Kembang Senja Berembun” Karya Penyair Muda Muhammad Alfariezie Daerah|September 20, 2025by Melda MENTARI NEWS- Puisi sering kali menjadi cara sederhana namun mendalam untuk menyampaikan