Ketika Mesuji Berbicara Lewat Puisi: Bahasa, Alam, Tradisi, dan Pembangunan Daerah|September 8, 2026by Melda MENTARI NEWS- Membaca Ragab Begawe Caram melalui Bakhtin, Williams, Bourdieu dan Ekokritik
Estetika yang Tak Rapi: Membaca Kegelisahan dan Suara Puitik Muhammad Alfariezie Daerah|September 6, 2026by Melda MENTARI NEWS- Puisi-puisi Muhammad Alfariezie memperlihatkan kecenderungan khas penyair generasi 2020-an: batas
Muhammad Alfariezie: Menanam Kritik, Harapan, dan Kemanusiaan di Ladang Puisi Daerah|August 14, 2026by Melda MENTARI NEWS- Ada kecenderungan menarik dalam puisi-puisi Muhammad Alfariezie, penyair kelahiran Bandar
Puisi Muhammad Alfariezie Dinilai Bangun Refleksi Universal tentang Cinta, Waktu, dan Kehilangan Daerah|July 10, 2026by Melda MENTARI NEWS- Puisi-puisi Muhammad Alfariezie menunjukkan karakter yang dalam pembacaan Juan Carlos
Kritikus Nilai Puisi Muhammad Alfariezie Lebih Mengandalkan Simbol daripada Narasi Personal Daerah|July 9, 2026by Melda MENTARI NEWS- Meninjau puisi-puisi hebat penyair terpopuler 2026 ini akan lebih tepat
Kritik Sastra: Puisi Muhammad Alfariezie Hadirkan Simbol Alam, Spiritualitas, dan Sindiran Sosial Daerah|July 8, 2026by Melda MENTARI NEWS- Muhammad Alfariezie melalui rangkaian puisi tahun 2025–2026 menghadirkan kecenderungan estetik
Puisi Politik Muhammad Alfariezie Dinilai Representasikan Kemarahan Publik terhadap Elite Lokal Daerah|May 11, 2026by Melda MENTARI NEWS- Karya puisi Hakim Pembegalan Buat Wali Kota karya Muhammad Alfariezie
Bahasa Kasar, Kritik Tajam, Membongkar Makna “Hantam Goblok yang Kejam” Daerah|April 29, 2026by Melda MENTARI NEWS- Puisi “Hantam Goblok yang Kejam” (2025) merupakan karya dari seorang
Membaca Ketimpangan Lewat Puisi: Telaah Karya Muhammad Alfariezie Daerah|April 24, 2026by Melda MENTARI NEWS- Puisi Dengki Elit Politik menegaskan posisi Muhammad Alfariezie sebagai salah
Kritik Tajam Lewat Puisi, Alfariezie Soroti Jurang Janji dan Realita Daerah|March 27, 2026by Melda MENTARI NEWS- Puisi “Program Masuk Surga” karya Muhammad Alfariezie menghadirkan kritik sosial-politik