MENTARI NEWS- Pemerintah Provinsi Lampung memberikan dukungan penuh terhadap program peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi kalangan santri agar mampu bersaing di kancah global. Dukungan ini disampaikan langsung saat menerima audiensi dari pengurus Santri Entrepreneur Indonesia yang berkolaborasi dengan lembaga pendidikan bahasa Sieger Lingua International di Kantor Gubernur Lampung.
Hadir langsung dalam audiensi tersebut Ir. H. Tri Joko Margono selaku owner Santri Entrepreneur Indonesia bersama Mofaye Caropeboka, SH, Dipl. Eng selaku pengasuh dan inisiator Sieger Lingua International.
Rombongan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Lampung beserta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Pertemuan strategis ini membahas rencana kerja sama program pengiriman santri asal Provinsi Lampung ke Jerman. Program kolaborasi ini dirancang untuk memberikan beasiswa pendidikan dan pelatihan bahasa Jerman intensif, guna mempersiapkan para santri menempuh jalur karier profesional maupun program Ausbildung (pendidikan vokasi/kerja praktik) di Jerman.
Pihak Santri Entrepreneur Indonesia oleh Ir. H. Tri Joko Margono menjelaskan bahwa kolaborasi bersama Sieger Lingua International berkomitmen membekali para santri dengan kompetensi bahasa hingga standar kelulusan level B1 beserta pembinaan karakter yang kuat. Langkah ini diambil agar santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi serta keahlian global yang dibutuhkan oleh pasar kerja internasional.
Dalam arahannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyoroti tantangan makroekonomi dan ketenagakerjaan yang dihadapi Provinsi Lampung. Ia memaparkan bahwa berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan di Lampung masih berada di peringkat ke-4 tertinggi di Pulau Sumatera (9,66%). Salah satu pemicu utamanya adalah ketidakseimbangan daya tampung pasar kerja domestik dengan jumlah lulusan baru.
“Tantangan terbesar kita saat ini adalah daya tampung lapangan pekerjaan yang tidak sebanding dengan ledakan jumlah kelulusan, baik dari tingkat SMA sederajat hingga lulusan Sarjana (S1). Oleh karena itu, pondasi utama kemajuan daerah terletak pada keandalan SDM-nya. Pemerintah mengapresiasi langkah konkret ini demi menyiapkan tenaga kerja terampil asal Lampung agar mampu menembus pasar internasional,” tegas Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.
Di sisi lain, Pendiri Sieger Lingua International yang juga menjabat sebagai Ketua Alumni Mahasiswa Jerman, Berkah Mofaje S. Caropeboka, menegaskan keunggulan dan kepastian dari program penempatan ini. Pihaknya memastikan keberangkatan para santri didukung oleh ekosistem kemitraan yang kuat di Eropa.
“Kami di Sieger Lingua International tidak sekadar mendidik dan menyiapkan kecakapan bahasa para santri. Lebih dari itu, kami telah menjalin kerja sama strategis dengan jaringan Diaspora Indonesia di Jerman yang bergerak langsung dalam menyalurkan dan memfasilitasi tenaga kerja resmi asal Indonesia. Sinergi ini memberikan jaminan proteksi, adaptasi, dan penempatan kerja (betrieb) yang kredibel bagi para santri setibanya di Jerman,” ungkap Mofaje S. Caropeboka.
Program kolaborasi ini dirancang secara terstruktur, mulai dari pelatihan bahasa intensif level B1, pembentukan karakter mental profesional, hingga pendampingan penuh hingga ke negara tujuan. Langkah strategis ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran terbuka di Lampung sekaligus mencetak generasi santri yang berdaya saing global.
Suasana audiensi berlangsung hangat dan interaktif. Menjelang akhir acara, agenda dilanjutkan dengan sesi diskusi langsung antara para santri peserta beasiswa dan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal. Dalam diskusi tersebut, para santri tampak antusias menyampaikan aspirasi, kesiapan mental, serta motivasi mereka untuk membawa nama baik Lampung di kancah global. Gubernur pun memberikan suntikan motivasi serta wejangan agar para santri tetap menjaga nilai-nilai luhur kepesantrenan selama berada di benua Eropa.
Rangkaian audiensi strategis ini kemudian ditutup secara formal dengan sesi foto bersama antara Gubernur Lampung, jajaran Pemprov, pengurus Santri Entrepreneur Indonesia, tim Sieger Lingua International, beserta seluruh santri yang hadir.***













