Bawaslu Bandar Lampung Tingkatkan Kelembagaan, Dorong Demokrasi Substansial

banner 468x60

MENTARI NEWS– Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bandar Lampung menggelar kegiatan Penguatan Kelembagaan pada Jumat, 3 Oktober 2025, sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas pengawas pemilu di tingkat daerah. Agenda ini merupakan bagian dari program nasional Bawaslu RI yang diturunkan hingga ke daerah dengan dukungan penuh Komisi II DPR RI, guna menjamin setiap tahapan demokrasi berjalan transparan dan adil.

Dalam sambutannya, Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Ahmad Kohar, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi pengembangan demokrasi yang substansial. “Penguatan ini adalah program Bawaslu RI yang bekerja sama dengan Komisi II DPR dan diterapkan di daerah. Ini bukan sekadar prosedural, tapi momentum demokrasi substansial yang menekankan kualitas pengawasan,” ujarnya. Ahmad menekankan bahwa penguatan kelembagaan diharapkan mampu menciptakan pengawas pemilu yang profesional, berintegritas, dan siap menghadapi berbagai dinamika politik di lapangan.

banner 336x280

Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung, Apriliwanda, menambahkan bahwa penguatan kelembagaan menjadi bagian dari proses koordinasi dan evaluasi berkelanjutan yang dilakukan oleh Bawaslu. “Kegiatan ini merupakan turunan dari program Bawaslu RI untuk membangun metode demokrasi yang lebih baik. Penting bagi kami memiliki sumber daya manusia yang mumpuni agar pengawas pemilu dapat bekerja setara (‘apple to apple’) dengan pihak lain dalam melaksanakan pengawasan,” jelas Apriliwanda. Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini membuka ruang diskusi bagi pengawas pemilu untuk berbagi pengalaman dan strategi dalam menghadapi tantangan pengawasan di lapangan.

Kegiatan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Bandar Lampung melibatkan seluruh jajaran pengawas pemilu dari tingkat kecamatan hingga kota, termasuk staf administratif dan pengawas lapangan. Materi yang dibahas mencakup tata kelola pengawasan yang efektif, manajemen risiko dalam pemilu, hingga penerapan teknologi digital untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas pengawasan. Selain itu, acara ini juga menjadi forum untuk meningkatkan koordinasi antara Bawaslu, pemerintah daerah, dan lembaga terkait dalam menjamin pemilu yang bersih dan berkualitas.

Apriliwanda berharap, melalui program ini, pengawas pemilu dapat lebih profesional dalam menegakkan integritas dan keadilan, serta mampu menghadapi berbagai tantangan kontestasi politik. “Dengan penguatan kapasitas ini, Bawaslu Bandar Lampung dapat memastikan setiap tahapan pemilu berjalan transparan, adil, dan akuntabel. Pada akhirnya, tujuan kami adalah demokrasi yang substansial, bukan sekadar formalitas,” tuturnya.

Kegiatan penguatan kelembagaan ini menegaskan komitmen Bawaslu Kota Bandar Lampung untuk membangun sistem pengawasan yang handal, meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi, serta menciptakan pemilu yang aman, tertib, dan berkualitas.***

banner 336x280