Dari TK hingga SMP, BNNK Lampung Selatan Dorong Edukasi Anti Narkoba Terintegrasi

banner 468x60

MENTARI NEWS- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Selatan memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di lingkungan pendidikan.

Komitmen tersebut dibahas dalam rapat evaluasi pelaksanaan advokasi pencegahan kepada lembaga pendidikan yang digelar di Aula Universitas Muhammadiyah Kalianda, Rabu (4/11/2026).

banner 336x280

Kegiatan dipimpin Kepala BNNK Lampung Selatan, AKBP Rahmad Hidayat, S.E., M.M., bersama Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Lampung Selatan. Sebanyak 18 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas perwakilan Dinas Pendidikan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD, pengawas sekolah, pengawas madrasah, serta para kepala sekolah.

Dalam sambutannya, Rahmad menegaskan bahwa evaluasi menjadi bagian penting untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan program IKAN. Kegiatan ini juga bertujuan mengidentifikasi aspek yang perlu diperkuat sekaligus memastikan edukasi pencegahan narkoba dapat diterapkan secara berkelanjutan di satuan pendidikan.

Menurutnya, sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan ketahanan diri peserta didik agar mampu mengenali serta menolak pengaruh negatif penyalahgunaan narkotika.

“Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan membangun ketahanan diri peserta didik agar mampu mengenali serta menolak pengaruh negatif penyalahgunaan narkotika,” paparnya.

Tiga Sekolah Jadi Percontohan Program IKAN

Sebagai bentuk penguatan komitmen, BNNK Lampung Selatan melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan tiga sekolah percontohan program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba.

Ketiga sekolah tersebut yakni SMP Negeri 1 Way Panji, SD Negeri 2 Merak Belantung Kalianda, dan TK Tunas Ceria Tanjung Bintang.

BNNK Lampung Selatan juga menyerahkan Buku Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) serta sertifikat penghargaan kepada ketiga sekolah tersebut. Penyerahan ini menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi dan komitmen sekolah dalam mendukung pelaksanaan program IKAN.

“Kami menyerahkan Buku Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) serta sertifikat penghargaan kepada ketiga sekolah tersebut sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan komitmen dalam mendukung pelaksanaan program IKAN,” ujar Rahmad.

Selain penandatanganan kerja sama, rapat evaluasi menghadirkan dua narasumber yang memberikan penguatan materi mengenai peran lembaga pendidikan dalam membentuk generasi sehat dan bersih dari narkoba.

Sekolah diharapkan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, ketahanan diri, serta kemampuan peserta didik dalam mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi pengaruh negatif lingkungan.

Melalui program IKAN, materi pencegahan penyalahgunaan narkoba diharapkan tidak berhenti pada penyampaian pengetahuan. Edukasi tersebut perlu diintegrasikan dalam proses pembelajaran sehingga dapat membentuk sikap dan perilaku peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui integrasi kurikulum anti narkoba (IKAN), pesan-pesan pencegahan diharapkan tidak hanya disampaikan sebagai pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan sikap dan perilaku sehari-hari,” ungkapnya.

Perkuat Sinergi Menuju Lampung Selatan Bersinar

Melalui rapat evaluasi tersebut, BNNK Lampung Selatan berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman dan komitmen yang sama dalam menjaga keberlanjutan program IKAN.

Kerja sama dengan sekolah percontohan, dukungan perangkat kurikulum, serta keterlibatan berbagai unsur pendidikan diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat edukasi anti narkoba sejak dini.

BNNK Lampung Selatan juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam melaksanakan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Melalui evaluasi dan penguatan program IKAN secara berkelanjutan, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang sehat, aman, berkarakter, dan bersih dari narkoba guna mendukung terwujudnya Kabupaten Lampung Selatan Bersih Narkoba (Bersinar),” pungkas Rahmad.

Penguatan program IKAN diharapkan menjadikan sekolah sebagai salah satu garda terdepan dalam membangun kesadaran dan ketahanan generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.***

banner 336x280