Fitri Angraini Ungkap Target Bengkel Sastra 2026, Peserta Akan Terbitkan Buku Puisi

banner 468x60

MENTARI NEWS- Bengkel Sastra 2026 yang ditaja Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS atas dukungan Badan Bahasa RI dan Balai Bahasa Provinsi Lampung untuk mengenalkan karya sastra kepada pelajar SMA, mahasiswa, dan komunitas di Lampung.

Fitri Angraini, ketua pelaksana sekaligus Direktur Lamban Sastra, mengatakan itu usai pembukaan Bengkel Sastra yang dibuka Kepala Balai Bahasa Lampung, Muhammad Muis, Selasa 25 Agustus 2026 sore di Villa Dangau Kedaung, Kemiling Bandar Lampung.

banner 336x280

Selain itu, ia menambahkan, untuk membangun kecintaan menulis di kalangan generasi muda. “Sastra bagian dari kebudayaan, hendaknya terus dirawat dan dicintai. Karena melalui karya sastra kita mengenal sosiologi serta peradaban,” ungkap dosen dan penulis sastra itu.

Karena, lanjutnya, melalui Bengkel Sastra 2026 ia berharap para peserta mampu menulis sastra khususnya puisi, sehingga melahirkan puisi yang baik secara kualitas.

“Ini yang kita harapkan dari acara Bengkel Sastra, menjadikan yang tadinya kurang baik menjadi bagus. Baik soal tema maupun bahasa di dalam puisi,” tegas Fitri.

Dikatakannya lagi, output dari Bengkel Sastra ini adalah menerbitkan buku puisi dwibahasa; Indonesia dan Lampung. Buku tersebut akan diluncurkan akhir September 2026. “Adapun proses penerbitan buku ini, para peserta usai kegiatan ini wajib menyerahkan 2-3 puisi lalu diedit atau diperbaiki oleh editor, kemudian dialihbahasa serta dikoreksi bahasa Lampungnya,” ucap Fitri.

Bengkel Sastra 2026 diikuti oleh 20 peserta hasil kurasi dari sekitar 39 pengirim karya. Karya-karya mereka diseleksi oleh kurator, yakni Djuhardi Basri, Nanang R Supriyatin, Isbedy Stiawan ZS, dan akademisi Unila Yinda Dwi Gustiara.

Ke 20 peserta – terbanyak dari mahasiswa (10 orang), siswa SMA (6), dan sisanya dari komunitas/pegiat sastra. Dari perguruan tinggi, Unila mendominasi, lalu IIBI Darmajaya, Universitas Muhammadiyah Kotabumi, UBL. Sementara pelajar dari SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro (2), SMAN 1 Gunung Agung, Tulangbawang Barat (2), SMAN 2 Bandar Lampung (1), dan SMAN 10 (1). “Empat orang utusan komunitas/pegiat sastra; GO Literasi Lampung, SSI SSTY Indosiar Lampung, Komunitas Penulis Muda Lampung, dan Komunitas Advokat Menulis Lampung.

Sebelumnya, Pembina Lamban Sastra, Yozi Rizal, mengaku prihatin masih lemahnya perhatian Pemerintah Provinsi Lampung dalam perkembangan dunia sastra.

Ia katakan itu, melihat apa yang telah dilakukan Lamban Sastra selama ini dalam memajukan dunia sastra dan literasi di Lampung sampai ke panggung sastra Internasional lewat Festival Puisi Internasional Tegal Mas Island tahun 2020.

Pernyataan anggota DPRD Lampung dari Partai Demokrat saat memberi sambutan mewakili Dewan Pembina lainnya, Himawan Ali Imron, Ade Yunarso, dan Muchlas E Bastari.

Padahal, lanjut Gusti Yozi sapaan akrab putra Way Kanan itu, potensi dunia sastra sangat besar, khususnya dalam mengembangkan bakat dan minat pelajar dan mahasiswa.

“Saya tahu informasi ini dari brader Isbedy Stiawan ZS dan saya juga amati Lamban Sastra yang diampu tokoh sastra Lampung ini, perhatian dan kepedulian Pemprov Lampung masih lemah,” ungkapnya.

Maka ke depan, pembina dan pengurs harus sering berjumpa untuk sama-sama memikirkan kemajuan komunitas ini dan perkembangan dunia saatra di Lampung.***

banner 336x280