Golkar Lampung Tersorot Usai Penetapan Ardito Jadi Tersangka

banner 468x60

MENTARI NEWS– Partai Golkar menjadi sorotan tajam setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, sebagai tersangka kasus gratifikasi terkait pelunasan utang kampanye Pilkada 2024. Kasus ini memicu perdebatan internal jelang Musda DPD Golkar Kota Bandar Lampung yang sedianya digelar pada 14 Desember 2025.

Hanan A Rozak, Ketua Golkar Lampung yang resmi menjabat sejak 31 Agustus 2025, menjadi pusat perhatian media setelah memberikan klarifikasi terkait status Ardito Wijaya. “Keberadaan Saudara Ardito Wijaya di Golkar itu baru saja bergabung. Sebelumnya yang bersangkutan ketua dari salah satu partai politik di Kabupaten Lamteng. Saat pencalonan Pilkada lalu, yang bersangkutan juga diusung partai lain, bukan Partai Golkar,” ujarnya saat konferensi pers, Kamis (11/12/2025).

banner 336x280

Pernyataan Hanan ini menimbulkan kontroversi di kalangan kader senior Golkar. M. Alzier Dianis Thabranie menegaskan bahwa posisi Hanan sebagai Ketua Golkar Lampung menghadapi ujian serius. “Jadi pemimpin itu memang tak gampang. Tidak boleh yang karbitan. Baru ada masalah ini saja, sudah cuci tangan, lepas tanggung jawab, seperti tak kenal. Bilang Ardito Wijaya kader baru. Padahal yang mengajaknya masuk Golkar dan jadi pengurus itu siapa? Kan Hanan sendiri, termasuk Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Sarmuji. Lah sekarang, begitu ada masalah hukum, langsung lepas tanggung-jawab. Sikap inikan sangat memalukan dan tidak ksatria,” tegas Alzier dalam pernyataannya kepada media lokal.

Selain kasus hukum, Golkar juga menghadapi dinamika internal menjelang Musda DPD Kota Bandar Lampung. Musda XI batal digelar akibat peralihan dukungan pimpinan kecamatan, yang semula mendukung Benny Nauly Mansyur beralih ke Handitya Narapati, putra Sjachroedin ZP. Akibatnya, dukungan Benny berkurang dari 20 menjadi 9 suara, sedangkan 11 pimpinan kecamatan mendukung Handitya. Peralihan ini memicu ketegangan dan ancaman sanksi dari kepengurusan partai.

G. Miftahul Huda, Ketua DP AMPG Kota Bandar Lampung, menyatakan bahwa ancaman pencopotan tidak mengurangi semangat konsolidasi pihaknya. “Adanya ancaman ini justru membuat kami semakin solid dan berkonsolidasi,” katanya, Minggu (14/12/2025). Menurutnya, situasi internal Golkar saat ini menjadi ujian bagi kepemimpinan Hanan dan kader-kader lain dalam menghadapi tantangan politik dan hukum secara bersamaan.

Meski diwarnai polemik dan kasus OTT, Golkar tetap dikenal sebagai partai legendaris dengan kader-kader intelektual yang mampu menghadapi dinamika politik dan perubahan zaman. Keberadaan kader muda dan berpengalaman diyakini menjadi modal penting partai dalam menavigasi permasalahan internal dan eksternal.***

banner 336x280