MENTARI NEWS– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkuat kemandirian dan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas serta percepatan hilirisasi komoditas pertanian.
Komitmen tersebut disampaikan saat Gubernur yang juga menjabat Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Lampung melantik pengurus anak cabang (PAC) dan pengurus ranting HKTI se-Kabupaten Lampung Selatan di Desa Gandri, Kecamatan Penengahan, Selasa (1/9/2026).
Dalam arahannya, Mirza menyebut sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama perekonomian Lampung. Menurutnya, lebih dari 70 persen penduduk atau sekitar lima juta orang di provinsi tersebut menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian.
“70 persen lebih bapak-Ibu sekalian warga di Provinsi Lampung ini adalah petani. 5 juta orang hidup tergantung dari hasil pertanian. Hampir 1 juta orang tergantung dari harga jagung. Harga jagung hancur, 1 juta orang sedih. Harga jagung bagus, 1 juta orang merasa senang,” ujar Mirza.
Ia juga mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang, menurutnya, diarahkan untuk melindungi petani melalui kebijakan impor pangan dan stabilisasi harga hasil panen.
Mirza menyoroti harga jagung yang disebut berada pada kisaran Rp6.500 hingga Rp6.900 per kilogram. Ia menilai kepastian harga menjadi salah satu faktor penting bagi kesejahteraan petani.
“Mau ditekan seperti apapun juga, mau diancam seperti apapun juga, Pak Prabowo nggak mau impor jagung, karena dia tahu kalau impor jagung, yang hancur siapa? Jutaan petani jagung, jutaan petani-petani padi. Karena dia komitmen. Karena cita-cita dia menjadi Presiden adalah untuk memakmurkan petani,” tegasnya.
Pupuk Organik Cair Gratis untuk Dongkrak Produktivitas
Untuk mendukung peningkatan produksi, Pemprov Lampung menyiapkan program bantuan pupuk organik cair (POC) gratis bagi petani di Lampung Selatan, terutama di Kecamatan Penengahan.
Program tersebut diharapkan membantu meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Mirza bahkan menyampaikan target produksi di atas 10 ton per hektare, meski pencapaiannya akan bergantung pada komoditas, kondisi lahan, dan penerapan teknik budidaya.
“Sebagai Gubernur Lampung tugas saya, kebetulan Ketua HKTI juga, membantu bagaimana produksinya naik. Maka saya buat program pupuk organik cair. Seluruh petani di Lampung Selatan, terutama di Kecamatan Penengahan, tahun depan harus dapat pupuk organik cair gratis dari Pemerintah Provinsi Lampung,” tuturnya.
Menurut Mirza, dukungan sarana produksi perlu berjalan seiring dengan upaya memperbaiki pengelolaan hasil panen. Dengan demikian, peningkatan produksi di tingkat petani dapat diikuti peningkatan nilai ekonomi hasil pertanian.
Mesin Pengering dan Hilirisasi Jagung
Selain memperkuat sektor hulu melalui bantuan pupuk, Pemprov Lampung mendorong hilirisasi hasil pertanian melalui penyediaan mesin pengering atau dryer serta mesin pengolahan pakan ternak mandiri di tingkat perdesaan.
Mesin pengering diharapkan membantu petani mengurangi ketergantungan pada kondisi cuaca saat mengeringkan hasil panen. Kadar air yang lebih terkendali juga penting untuk menjaga kualitas dan mendukung penyimpanan jagung.
Mirza meminta HKTI ikut bertanggung jawab menggerakkan pengelolaan pascapanen di wilayah masing-masing.
“Tadi saya sudah bilang, itu HKTI-HKTI harus tanggung jawab. Keringin semua jagung-jagung yang ada di kecamatannya masing-masing. Saya bantu dryer. Dryer 20 ton,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pengembangan hilirisasi tidak boleh terbatas pada jagung. Komoditas lain, seperti padi dan kelapa, juga perlu didorong agar menghasilkan nilai tambah bagi petani dan perekonomian desa.
“Itu tugas HKTI. Membantu Pak Presiden. Harga sudah bagus, kita buat hilirisasi, kita buat nilai tambah. Bukan hanya jagung, juga padi, juga semua tanaman-tanaman kelapa dan lain-lain,” tambahnya.
HKTI Diminta Hadir Langsung di Tengah Petani
Setelah memimpin pelantikan pengurus HKTI, Mirza bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Marga Jasa, Kecamatan Sragi.
Di lokasi tersebut, ia meninjau operasional bantuan mesin pengering berkapasitas besar serta rumah produksi pupuk cair hayati yang dikelola kelompok tani setempat. Keduanya menjadi contoh upaya mengintegrasikan peningkatan produksi dan pengolahan hasil pertanian di tingkat desa.
Ketua HKTI Lampung Selatan, Wahrul Fauzi Silalahi, mengatakan pengurus HKTI mulai tingkat kecamatan hingga ranting dusun harus menjalankan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani.
“Ke depan harus benar-benar berbuat, ke depan harus benar-benar bermanfaat. Amanah, arahan daripada Pak Gubernur, pengurus ranting, pengurus desa HKTI, pengurus dusun HKTI harus benar-benar orang yang bisa bermanfaat, orang yang betul-betul berjuang memberdayakan pertaniannya,” ujar Wahrul.
Ia juga menyampaikan bahwa dukungan sarana pascapanen dan alat mesin pertanian (alsintan) direncanakan untuk kelompok tani di Lampung Selatan mulai tahun mendatang.
“Alhamdulillah tadi bisik-bisik Pak Gubernur, seluruh ketua PAC HKTI yang ada di Lampung Selatan, tahun depan akan dikirim dryer oleh Pak Gubernur Lampung. Akan dikirim alsintan oleh Kementerian Pusat,” tuturnya.
Selain bantuan mesin pengering dan alsintan, DPC HKTI Lampung Selatan bersama dinas terkait juga merencanakan penyaluran benih dan pupuk organik cair untuk mendukung kesuburan tanah serta meningkatkan produktivitas lahan.
Melalui penguatan produksi, penyediaan sarana pascapanen, dan pengembangan hilirisasi, Pemprov Lampung berharap petani tidak hanya mampu meningkatkan hasil panen, tetapi juga memperoleh nilai tambah yang lebih besar dari komoditas yang mereka hasilkan.***



















