Guyub dan Harmonis, Gubernur, Pangdam, dan Kapolda Lampung Turun Langsung Dialog Bersama Ribuan Massa Aksi

banner 468x60

MENTARI NEWS– Suasana unjuk rasa ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat di depan Kantor DPRD Provinsi Lampung, Senin (1/9/2025), berlangsung unik dan penuh kekeluargaan. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Pangdam XXI/Raden Intan Mayjen TNI Kristomei Sianturi, dan Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika hadir secara langsung, memilih duduk lesehan bersama massa aksi untuk mendengarkan aspirasi sekaligus menggelar dialog terbuka. Kehadiran mereka juga didampingi Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar serta sejumlah tokoh agama, tokoh adat, dan pemimpin organisasi masyarakat.

Awalnya, kedatangan para pejabat tersebut disambut dengan teriakan protes dari sebagian massa yang menuntut perhatian penuh dari pemerintah. Namun, ketegangan berangsur mereda ketika Gubernur dan para pejabat menjelaskan tujuan kehadiran mereka adalah menampung seluruh aspirasi mahasiswa dan masyarakat, bukan untuk membatasi kebebasan menyampaikan pendapat.

banner 336x280

Dalam dialog yang berlangsung lebih dari satu jam, perwakilan mahasiswa dari Aliansi Lampung Melawan menyampaikan 10 tuntutan strategis. Di antaranya adalah mendesak pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset, evaluasi menyeluruh terhadap institusi Polri, pemangkasan gaji dan tunjangan anggota DPR sebagai bentuk efisiensi dan tanggung jawab moral, serta perbaikan tata kelola birokrasi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Mahasiswa juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran negara dan pemberantasan praktik korupsi di berbagai sektor pemerintahan.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi aksi yang berlangsung tertib dan damai. Ia menegaskan komitmennya untuk menyampaikan semua aspirasi yang diterima kepada pemerintah pusat. “Terima kasih adik-adik mahasiswa yang telah menyuarakan aspirasi dengan tertib. Kami hadir di sini bukan hanya untuk mendengar, tetapi juga untuk memastikan suara kalian sampai ke pihak yang berwenang,” ujar Gubernur.

Sementara itu, Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika memberikan penjelasan dan permohonan maaf atas insiden di Jakarta yang menewaskan pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, akibat terlindas kendaraan taktis Brimob. “Atas nama Kepolisian Daerah Lampung, saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus berbenah, memperbaiki prosedur operasional, dan memberikan pelayanan yang lebih baik,” ucapnya. Ia juga menekankan pentingnya memberi ruang yang luas bagi tim investigasi agar kasus tersebut dapat terungkap secara cepat dan transparan, sehingga masyarakat memperoleh kepastian hukum.

Pernyataan tersebut mendapat tepuk tangan dan apresiasi dari ribuan massa yang hadir. Suasana dialog menjadi hangat, penuh kekeluargaan, dan menunjukkan bahwa unjuk rasa dapat berlangsung aman, damai, dan produktif ketika komunikasi terbuka dijalankan antara masyarakat dan pemerintah. Setelah dialog selesai, massa aksi membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 14.00 WIB, meninggalkan kesan positif bahwa aspirasi masyarakat dapat tersampaikan tanpa menimbulkan kericuhan.***

banner 336x280