Habiburokhman Nilai Dr. Budiono Bisa Bawa Unila Lebih Dekat dengan Masyarakat

banner 468x60

MENTARI NEWS- Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyampaikan dukungan kepada Dr. Budiono dalam bursa bakal calon Rektor Universitas Lampung (Unila). Ia menilai Budiono memiliki sejumlah modal kepemimpinan, mulai dari karakter yang rendah hati, etos kerja tinggi, hingga jejaring nasional dan global yang dinilai dapat mendukung kemajuan kampus.

Dukungan tersebut disampaikan Habiburokhman, yang merupakan alumni Fakultas Hukum Unila angkatan 1999, pada Rabu (21/10/2026). Ia mengaku bangga pernah menempuh pendidikan di kampus tersebut sebelum melanjutkan karier di Jakarta dan bersaing dengan lulusan berbagai perguruan tinggi lainnya.

banner 336x280

“Dari suara hati seorang alumni, izinkan saya menyampaikan suara hati selaku alumni Unila. Sebagai alumni yang sejak lulus dan langsung bertempur di Jakarta saya bangga sekali dengan almamater Unila yang menjadikan saya bisa bersaing dengan alumni dari kampus lain,” tutur Habiburokhman.

Menurutnya, pemilihan rektor merupakan momentum penting yang akan menentukan arah kepemimpinan dan masa depan Unila. Karena itu, ia menilai kampus membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memiliki kecakapan akademik, tetapi juga karakter dan kapasitas kepemimpinan yang teruji.

“Pemilihan rektor momentum penting Unila menentukan arah dan marwah krusial. Unila butuh pemimpin yang matang secara karakter dan teruji kapasitasnya,” ungkapnya.

Habiburokhman pun mengajak anggota senat dan pemilik suara dalam pemilihan Rektor Unila untuk mempertimbangkan Budiono sebagai salah satu kandidat.

“Untuk itu dengan kerendahhatian, saya menyerukan Bapak Ibu mendukung Dr. Budiono selaku rektor,” tegasnya.

Tiga Alasan Habiburokhman Mendukung Dr. Budiono

Habiburokhman memaparkan tiga alasan yang menurutnya menjadi pertimbangan untuk mendukung Budiono. Pertama, gaya kepemimpinan yang rendah hati dan mampu merangkul berbagai unsur sivitas akademika.

Ia menilai Budiono dikenal sebagai sosok yang terbuka terhadap masukan dan berupaya membangun hubungan baik dengan dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.

“Ada tiga alasan kuat mengapa Dr. Budiono adalah alasan tepat pilihan Unila saat ini. Pertama, kepemimpinan rendah hati yang mengayomi. Sejak mahasiswa hingga sekarang beliau dikenal sebagai sosok yang inklusif, mau mendengar dan selalu merangkul elemen sivitas akademika mulai dari dosen, tenaga pendidikan maupun mahasiswa tanpa sekat,” ujarnya.

Habiburokhman juga menilai Budiono memiliki tim kerja yang solid dan harmonis. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas dan mendukung tata kelola kampus.

“Itulah kunci stabilitas kampus,” kata Habiburokhman.

Alasan kedua yang disorot adalah etos kerja Budiono. Habiburokhman menilai kandidat tersebut memiliki dedikasi tinggi dan berorientasi pada penyelesaian persoalan secara konkret.

“Kedua, etos kerjanya tinggi. Rekam jejak beliau membuktikan dedikasi seorang pekerja keras yang fokus pada eksekusi nyata dan penyelesaian masalah secara tuntas, bukan sekadar wacana,” tuturnya.

Alasan ketiga berkaitan dengan jejaring nasional dan global yang dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperluas kolaborasi serta meningkatkan kapasitas Unila.

“Ketiga, Dr. Budiono punya jejaring nasional dan global yang kuat,” ujarnya.

Habiburokhman berpandangan, kemajuan perguruan tinggi membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian, lembaga negara, dan mitra industri. Menurutnya, jaringan tersebut dapat membuka peluang untuk memperluas akses pendanaan riset sekaligus memperkuat reputasi Unila di tingkat nasional maupun internasional.

Dorong Unila Lebih Dekat dengan Masyarakat

Dukungan terhadap Budiono juga dikaitkan dengan gagasan memperkuat peran alumni dalam pengembangan kampus. Sejumlah bidang yang menjadi perhatian antara lain hilirisasi industri, advokasi, dan riset yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Dalam pandangan Habiburokhman, Unila perlu terus memperkuat hubungan dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan agar peran perguruan tinggi tidak terbatas pada kegiatan akademik di lingkungan kampus.

Sebelumnya, Budiono juga disebut mengadakan pertemuan dengan sejumlah alumni Unila dari berbagai latar belakang. Pada Jumat (16/10/2026), ia bertemu dengan alumni yang berkiprah sebagai kepala sekolah, Staf Ahli DPD RI, Sekretaris Dewan Pendidikan Lampung, serta peraih Penghargaan Sastra Khatulistiwa, Ari Pahala Hutabarat.

Rangkaian pertemuan tersebut menjadi bagian dari komunikasi dengan alumni untuk membahas kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah dan kebutuhan masyarakat.

Naskah ini juga menyebut pertemuan Budiono dengan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, yang dikaitkan dengan peluang kolaborasi antara pemerintah daerah dan Unila. Salah satu gagasan yang disinggung adalah pengembangan kampus di daerah agar akses pendidikan tinggi semakin dekat dengan masyarakat, termasuk putra-putri daerah.

Parosil disebut menilai Budiono memiliki integritas, amanah, dan tanggung jawab berdasarkan pengalaman kolaborasi dalam proses asesmen jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.

“Budiono merupakan salah satu asesor yang telah berkolaborasi dengan Pemkab Lampung Barat lebih dari tujuh tahun untuk menentukan Jabatan Tinggi Pratama,” demikian pernyataan yang dikutip dalam naskah tersebut.

Pemilihan Rektor Jadi Penentu Arah Unila

Pemilihan Rektor Unila menjadi momentum strategis bagi kampus untuk menentukan arah pengembangan kelembagaan, kualitas akademik, riset, dan kerja sama dengan berbagai pihak.

Persaingan ant perguruan tinggi, termasuk dengan Institut Teknologi Sumatera (ITERA), turut menjadi latar penting bagi Unila untuk memperkuat keunggulan dan relevansinya terhadap kebutuhan pembangunan daerah.

Habiburokhman berharap anggota senat dan pemilik suara menggunakan hak pilih dengan mempertimbangkan rekam jejak, karakter, kapasitas kepemimpinan, serta visi para kandidat.

“Mari gunakan hak suara Bapak Ibu dengan bijak demi masa depan kampus tercinta. Salam hormat, Habiburokhman,” tutupnya.***

banner 336x280

News Feed