MENTARI NEWS- Kondisi jalan rusak di sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung kembali menjadi sorotan publik. Salah satunya terlihat di Jalan Agrowisata 1, Kecamatan Kemiling, di mana lubang berdiameter lebar dan cukup dalam membahayakan pengendara.
Kerusakan serupa juga dilaporkan terjadi di beberapa titik lain, seperti Jalan Tirtaria Way Kandis, Jalan Kepodang Langkapura, Jalan Pulau Damar Sukarame, hingga kawasan pusat kota di sekitar Tanjungkarang. Kondisi ini memicu keluhan masyarakat karena dinilai berdampak langsung terhadap keselamatan, kenyamanan, serta biaya perawatan kendaraan.
Di tengah sorotan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung, Tirta, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama dalam percepatan perbaikan infrastruktur jalan.
Menurutnya, pemerintah kota saat ini hanya mengalokasikan sekitar Rp20 miliar untuk perbaikan jalan di tingkat kelurahan. Anggaran tersebut dinilai belum mencukupi untuk menangani seluruh ruas jalan yang mengalami kerusakan.
“Kami akan memprioritaskan ruas jalan yang paling membutuhkan perbaikan. Saat ini kondisi keuangan daerah masih terbatas, sehingga penanganan dilakukan secara bertahap,” ujarnya, merujuk pada keterangan yang sebelumnya disampaikan melalui pemberitaan media.
Namun, di sisi lain, muncul kritik dari berbagai kalangan yang membandingkan alokasi anggaran tersebut dengan pos pengeluaran lain yang nilainya lebih besar. Perbandingan ini memunculkan pertanyaan publik terkait prioritas kebijakan anggaran daerah, terutama dalam hal kebutuhan dasar masyarakat seperti infrastruktur jalan.
Sejumlah pihak menilai bahwa perencanaan dan pengelolaan anggaran perlu dievaluasi agar lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat luas. Infrastruktur jalan dinilai sebagai salah satu sektor vital yang mendukung mobilitas, aktivitas ekonomi, serta keselamatan warga.
Pemerintah Kota Bandar Lampung sendiri diharapkan dapat segera mengambil langkah strategis, baik melalui optimalisasi anggaran, penataan prioritas, maupun percepatan perbaikan di titik-titik yang dinilai paling mendesak.
Dengan kondisi yang ada, masyarakat berharap perbaikan jalan dapat segera direalisasikan secara merata, sehingga kualitas infrastruktur kota dapat meningkat dan memberikan manfaat nyata bagi pengguna jalan.***



















