MENTARI NEWS– Upaya mempercepat transformasi digital di Indonesia kini semakin diperkuat melalui sinergi antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Lampung, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), serta pemerintah desa. Kolaborasi ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan pemerataan akses informasi, peningkatan literasi digital, serta penguatan layanan publik berbasis teknologi.
Kehadiran KIM menjadi elemen penting dalam mendukung agenda transformasi digital. Sebagai wadah partisipasi masyarakat, KIM berperan sebagai jembatan antara pemerintah dengan warga, khususnya di daerah. Melalui KIM, informasi dari pemerintah dapat tersampaikan secara cepat, akurat, dan transparan. Tidak hanya berhenti sebagai penerima informasi, masyarakat juga dilibatkan dalam proses penyebaran hingga pengelolaan informasi, sehingga menciptakan pola komunikasi dua arah yang lebih sehat.
Di sisi lain, peran desa dalam transformasi digital juga tidak kalah vital. Pemerintah desa kini diarahkan untuk lebih aktif memanfaatkan teknologi dalam menunjang pelayanan kepada masyarakat. Penerapan administrasi digital, transparansi penggunaan anggaran, hingga akses pelayanan publik berbasis aplikasi menjadi langkah nyata yang terus digalakkan. Dengan sistem digital, masyarakat diharapkan lebih mudah mengurus kebutuhan administrasi, memantau anggaran desa, hingga mendapatkan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
Komdigi dan Diskominfo menegaskan bahwa transformasi digital tidak dapat dicapai tanpa adanya sinergi yang solid antar elemen. Karena itu, pelatihan, pendampingan, hingga penyediaan infrastruktur teknologi informasi terus digencarkan. Hal ini diharapkan mampu mengatasi kesenjangan digital yang masih terjadi antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Lebih jauh, langkah kolaboratif ini juga selaras dengan visi pemerintah untuk menjadikan Lampung sebagai provinsi yang mampu mengembangkan tata kelola digital yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan strategi yang tepat, transformasi digital tidak hanya menjadi jargon pembangunan, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, memberikan manfaat nyata serta meningkatkan kualitas hidup mereka.***













