Membangun Harapan di Atas Sungai, Gubernur Lampung Gerakkan Gotong Royong Perbaiki Jembatan Viral Tampang Muda

banner 468x60

Membangun Harapan di Atas Sungai, Gubernur Lampung Gerakkan Gotong Royong Perbaiki Jembatan Viral Tampang Muda

Tanggamus, Lampung – Semangat gotong royong kembali menjadi sorotan di Lampung. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menunjukkan kepemimpinan responsif dengan turun langsung memimpin upaya perbaikan Jembatan Gantung Tampang Muda di Kecamatan Pematang Sawa, Tanggamus. Jembatan ini sempat viral di media sosial karena kondisinya yang rusak parah dan membahayakan keselamatan warga.

banner 336x280

Jembatan Tampang Muda merupakan akses vital bagi warga setempat, termasuk anak-anak yang harus menyeberang untuk pergi ke sekolah. Kondisinya yang nyaris roboh membuat aktivitas sehari-hari terganggu, bahkan menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua dan guru. Menyikapi hal ini, Gubernur Mirza memutuskan untuk menginisiasi aksi gotong royong massal dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Kesejahteraan dan keselamatan anak-anak kita adalah prioritas utama. Jembatan ini bukan sekadar penghubung fisik, tapi juga penghubung masa depan mereka. Saya mengapresiasi semangat seluruh relawan dan warga yang segera merespons panggilan ini. Perbaikan harus cepat dan berkualitas,” tegas Mirza saat memantau langsung lokasi, Kamis (11/9/2025).

Kolaborasi lintas elemen menjadi kunci keberhasilan. Vertical Rescue Indonesia (VRI) Regional Lampung turun sebagai tim teknis utama, melakukan survei lokasi, menentukan standar keselamatan, dan memimpin proses konstruksi. Dukungan penuh datang dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus, warga desa, pelajar, mahasiswa, serta organisasi pecinta alam setempat.

Muhammad Kariskun, Koordinator VRI Regional Lampung, menjelaskan, “Kami melihat ini sebagai tugas kemanusiaan. Tim kami bekerja dengan standar keselamatan tertinggi, memastikan setiap struktur jembatan kokoh dan aman bagi semua pengguna.” Ia menambahkan, keterlibatan warga lokal dalam bentuk tenaga, logistik, dan koordinasi lapangan membuat proses perbaikan lebih cepat dan efektif.

Program nasional VRI, “1000 Jembatan Gantung untuk Indonesia”, menjadikan perbaikan Jembatan Tampang Muda sebagai salah satu proyek unggulan di Lampung. Target penyelesaian ditetapkan akhir September 2025 agar anak-anak dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman. Selain itu, proyek ini menjadi sarana edukasi tentang pentingnya keselamatan konstruksi dan manajemen risiko di daerah rawan infrastruktur kritis.

Gubernur Mirza juga menekankan pentingnya peran pemerintah sebagai fasilitator, memberikan dukungan logistik, koordinasi, dan regulasi yang memungkinkan aksi gotong royong berjalan lancar. “Pendekatan kolaboratif ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi juga tanggung jawab bersama masyarakat,” jelasnya.

Perbaikan Jembatan Tampang Muda kini menjadi simbol solidaritas, kepedulian, dan kepemimpinan yang hadir untuk rakyat. Lebih dari sekadar infrastruktur, jembatan ini menegaskan bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat Lampung dalam menghadapi tantangan bersama. Dengan upaya ini, jembatan diharapkan tidak hanya kokoh secara fisik, tetapi juga menjadi penghubung harapan dan masa depan generasi penerus bangsa.***

banner 336x280

News Feed