MENTARI NEWS- Ketidakpastian ekonomi global kembali menjadi momok. Perlambatan ekonomi di negara-negara maju, fluktuasi harga komoditas, konflik geopolitik yang berkepanjangan, serta suku bunga tinggi di AS dan Eropa menciptakan tekanan bagi perekonomian negara berkembang, termasuk Indonesia.
Namun, di tengah badai ini, pemerintah Indonesia tak tinggal diam. Sejumlah strategi disiapkan, bukan hanya untuk bertahan, tapi juga untuk menciptakan peluang dan memperkuat fondasi ekonomi nasional.
1. Menjaga Stabilitas Harga dan Inflasi
Krisis global hampir selalu berdampak pada kenaikan harga pangan dan energi. Pemerintah bersama Bank Indonesia memperkuat koordinasi untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Upaya pengendalian harga pangan strategis dilakukan melalui operasi pasar, optimalisasi cadangan pangan, serta memperkuat distribusi dari sentra produksi ke konsumen.
2. Menggenjot Sektor Produksi dan Hilirisasi
Indonesia tak bisa lagi hanya mengandalkan ekspor bahan mentah. Pemerintah mendorong hilirisasi sektor pertambangan dan pertanian untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Langkah ini bukan hanya memperkuat daya saing, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mengurangi ketergantungan pada pasar global.
3. Dukungan untuk UMKM dan Ekonomi Rakyat
UMKM menjadi tulang punggung ekonomi saat krisis. Pemerintah memperbesar alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), mempermudah akses digital dan pasar, serta memberikan pendampingan pelatihan. Dalam situasi sulit, UMKM harus menjadi garda terdepan pemulihan ekonomi.
4. Transformasi Digital dan Green Economy
Krisis juga menjadi momentum untuk bertransformasi. Pemerintah mempercepat digitalisasi sektor publik dan swasta, serta mendorong investasi di sektor energi terbarukan. Green economy kini menjadi prioritas, dengan insentif untuk kendaraan listrik, transisi energi, dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
5. Perkuat Jaring Pengaman Sosial
Dalam krisis, kelompok rentan harus diprioritaskan. Pemerintah tetap menyalurkan berbagai bantuan sosial seperti BLT, bansos pangan, dan subsidi energi untuk menjaga daya beli masyarakat kelas bawah.
6. Buka Investasi dan Reformasi Regulasi
Melalui UU Cipta Kerja dan Perizinan Berbasis Risiko, Indonesia berusaha menarik lebih banyak investasi. Di saat negara lain menutup diri, Indonesia justru membuka pintu dan menyederhanakan regulasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Penutup: Mencari Peluang dalam Krisis
Sejarah membuktikan, krisis adalah titik balik. Indonesia belajar dari masa lalu: dari krisis 1998 hingga pandemi COVID-19. Saat ini, strategi yang terukur, dukungan masyarakat, dan keberanian untuk berinovasi menjadi kunci untuk tak sekadar bertahan, tapi juga bangkit lebih kuat.
Karena dalam setiap badai global, selalu ada ruang untuk menata ulang arah dan menemukan jalur menuju masa depan yang lebih mandiri dan tangguh.***














