MENTARI NEWS- Pondok Pesantren Sabilul Muhtadin yang berlokasi di Kampung Kali Pojok, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, menggelar kegiatan Isthifalan atau Iksamenan yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim, Ahad (19/4/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut menjadi momentum penting bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam memahami dan menguasai kitab-kitab klasik. Dalam suasana penuh khidmat, para santri tampil menyetorkan hafalan dengan percaya diri, mulai dari Aqidatul Awam, Safinatun Najah, Mukhtarul Ahadits, Nadzom Imrithi, hingga Nadzom Maqshud.
Pengasuh pondok pesantren, M. Sapri, menjelaskan bahwa kegiatan Isthifalan bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari proses pembinaan dan evaluasi santri secara menyeluruh.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab pesantren dalam mencetak generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak. Santri diharapkan mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Suasana haru menyelimuti puncak acara pada pukul 15.00 WIB saat santunan diberikan kepada anak-anak yatim. Momen tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus penguatan nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan pesantren.
Dalam tausiyahnya, Putri Amalia menekankan pentingnya pendidikan agama sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan zaman.
“Pendidikan agama harus menjadi prioritas agar anak-anak memiliki benteng moral yang kuat di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks,” pesannya di hadapan jamaah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh tokoh masyarakat, aparat pemerintah setempat, serta para wali santri. Salah satu tokoh masyarakat, Zeffry, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut yang dinilai mampu memperkuat sinergi antara pesantren dan masyarakat.
“Kami sangat bangga. Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi santri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Melalui kegiatan Isthifalan ini, Pondok Pesantren Sabilul Muhtadin menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus memperkuat nilai-nilai sosial. Dengan semangat belajar dan berbagi, pesantren ini terus berperan sebagai pusat pembinaan generasi yang berakhlakul karimah di Kabupaten Pesawaran.***



















