Pupuk Bersubsidi Jadi Keluhan Petani Pringsewu, DPRD Dorong Solusi Kelompok Tani

banner 468x60

MENTARI NEWS- Sejumlah petani mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi dan air untuk mengaliri sawah. Persoalan itu mencuat saat komisi 2 DPRD Pringsewu melakukan kunjungan kerja ke kelompok tani di Kelurahan Pringsewu Utara, Kamis (8/10/2026).

Komisi 2 yang di pimpin ketua Hj. Mastiah dan sejumlah anggota komisi: Sudiyono, Edi Yanto, Rini Anggraeni dan Maevi Anindya Larasati, mengunjungi anggota Poktan di gubuk meting.

banner 336x280

Dalam aspirasinya seorang petani Rasiman mengaju kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi dan air untuk mengaliri sawahnya. Hal senada juga di sampaikan Bambang petani asal Podomoro. Permasalahan yang krusial adalah air, oleh karena itu pihaknya meminta di buatkan sumur bor berserta sibel sehingga petani bisa langsung memanfaatkan.

Rasiman merupakan warga Pekon Podosari tetapi memiliki sawah di kelurahan Pringsewu Utara, sehingga tidak masuk kelompok tani di kelurahan Pringsewu Utara.

Sekretaris Dinas Pertanian Pringsewu Sri Ermalia menyatakan petani seharusnya masuk dalam kelompok tani sehingga bisa mengusulkan kebutuhan pupuk melalui kelompoknya yang di usulkan lewat RDKK. “Jika tidak masuk dalam RDKK ya tidak bisa mendapatkan pupuk”, katanya.

Sri Ermalia meminta kepada kelompok tani setempat untuk memfasilitasi agar bisa masuk kelompok tani atau membentuk kelompok tani sendiri agar kebutuhan pupuk bisa di penuhi.

Kemudian ketua Gapokan Kelurahan Pringsewu Utara Heru menyatakan pupuk bersubsidi memang yang di siapkan untuk kebutuhan kelompoknya, sebab usulannya juga dari kelompok. Bahkan Heru mengaju tidak kekurangan pupuk di kelompoknya. “Kalau mau pupuk ya masuk kelompok tani”, ungkapnya.

Sementara Anggota komisi 2 DPRD Pringsewu Sudiyono meminta baik dinas pertanian ataupun kelompok tani untuk membantu memfasilitasi warga yang belum masuk menjadi kelompok tani agar kedepannya Isa memperoleh pupuk bersubsidi. “Silahkan di fasilitasi, baik masuk kelompok sebagai anggota baru ataupun membentuk kelompok sendiri”, kata Sudiyono.

Pihaknya meminta manajemen kelompok tani hendaknya harus transparan terhadap anggotanya agar semua aktivitas bisa berlangsung baik.

Mengenai permintaan sumur bor, Sudiyono menyatakan akan memperjuangkannya dalam penyusunan APBD tahun 2027, sehingga petani bisa mendapatkan manfaat dari kebutuhan air. Pihaknya juga meminta Dinas Pertanian untuk selektif dalam membangun sumur bor dan juga menjaga kualitas. “Jangan asal bikin saja tetapi pemanfaatannya kurang dan airnya tidak ada”, ungkapnya.

Sementara ketua komisi 2 DPRD Pringsewu Hj. Mastuah mengaku bangga dengan sikap para petani yang terbuka menyampaikan keluhannya kepada komisi 2. Pihaknya berjanji akan memperjuangkan kepentingan petani di Pringsewu sehingga ketahanan pangan yang di programkan pemerintah bisa tercapai.***(Wid).

banner 336x280