MENTARI NEWS- Aksi damai yang digelar Ormas GRIB Jaya bersama tokoh masyarakat dan warga Desa Negara Kemakmuran, Kecamatan Hulu Sungkai, Kabupaten Lampung Utara, pada Rabu (5/8/2026), berlangsung aman dan tertib. Aksi tersebut merupakan bentuk aspirasi masyarakat terhadap armada truk pengangkut material dari perusahaan Pagar Gunung yang dinilai menyebabkan kerusakan akses jalan desa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Amrizal selaku perwakilan keluarga dari pihak perusahaan, Kepala Desa Negara Kemakmuran Sopan Sopiyan, Camat Hulu Sungkai Adi Asih Simatupang, S.Kom., Ketua GRIB Jaya Lampung Utara Mulgani, serta personel Polsek Negara Ratu yang mengamankan jalannya aksi.
Saat mediasi berlangsung, suasana sempat memanas antara warga dan perwakilan perusahaan. Namun, berkat kehadiran aparat kepolisian, situasi dapat dikendalikan. Demi menjaga kondusivitas, proses mediasi hanya diikuti oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
Dalam tuntutannya, warga Dusun 3 Karang Sono berharap perusahaan memberikan perhatian terhadap dampak aktivitas angkutan material yang menyebabkan kerusakan jalan desa. Selain itu, warga meminta perusahaan membantu perbaikan rumah ibadah, memberikan santunan kepada keluarga warga yang meninggal dunia, serta membangun kembali gorong-gorong yang telah tertutup tanah. Kondisi gorong-gorong tersebut selama ini menyebabkan air meluap ke permukiman saat hujan dan mengakibatkan rumah warga terendam.
Menanggapi aspirasi tersebut, Amrizal bersama perwakilan tokoh masyarakat meninjau langsung lokasi gorong-gorong yang dimaksud. Setelah melihat kondisi di lapangan, ia membenarkan keluhan warga dan menyatakan pihak perusahaan akan segera melakukan pembangunan.
“Saya selaku mewakili pihak perusahaan akan memenuhi permintaan warga di sini. Harapan saya ke depan, apabila ada permasalahan, mari kita duduk bersama mencari solusi tanpa harus melakukan unjuk rasa seperti ini,” tegas Amrizal.
Sementara itu, Kepala Desa Negara Kemakmuran, Sopan Sopiyan, mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan.
“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menciptakan desa yang damai, aman, dan selalu mengedepankan musyawarah. Tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan apabila kita duduk bersama mencari jalan keluarnya,” ujarnya.
Aksi damai tersebut berakhir dengan tertib dan kondusif. Warga berharap komitmen yang telah disampaikan pihak perusahaan dapat segera direalisasikan demi mengatasi dampak yang dirasakan masyarakat.***
Penulis: Erwan Ependi



















