MENTARI NEWS- Dr. Budiono meraih 22 suara dalam pemungutan suara calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031. Hasil tersebut menempatkannya di posisi teratas dalam pemilihan yang berlangsung secara tertutup di lantai II Gedung Rektorat Unila, Kamis (29/10/2026)
Dalam pemungutan suara tersebut, Budiono memperoleh 22 suara, disusul Prof. Warsito dengan 15 suara dan Prof. Asep Sukohar yang meraih tujuh suara.
Sementara itu, tiga kandidat lainnya, yakni Prof. Rudy, Prof. Ana, dan Prof. Hamzah, masing-masing mendapatkan satu suara.
Hasil ini menunjukkan selisih tujuh suara antara Budiono dan Warsito dalam pemungutan suara senat yang menjadi salah satu tahapan pemilihan pimpinan perguruan tinggi negeri terbesar di Provinsi Lampung tersebut.
Enam Kandidat Bersaing Memimpin Unila
Pemilihan calon rektor ini diikuti enam kandidat yang bersaing untuk memimpin Unila selama periode 2027–2031.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah simpatisan tampak memadati lantai II Gedung Rektorat saat proses pemungutan suara berlangsung. Perhatian tertuju pada hasil penghitungan suara yang menentukan posisi masing-masing kandidat dalam tahapan pemilihan tersebut.
Perolehan suara Budiono menjadi salah satu hasil utama dalam pemungutan suara kali ini. Namun, hasil tersebut perlu dibedakan dari penetapan rektor definitif.
Tahapan Pemilihan Masih Berlanjut
Meski memperoleh suara terbanyak, Budiono belum otomatis ditetapkan sebagai Rektor Unila periode 2027–2031 hanya berdasarkan hasil pemungutan suara senat.
Proses selanjutnya mengikuti mekanisme pemilihan dan penetapan rektor perguruan tinggi negeri sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk keterlibatan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Dengan hasil pemungutan suara tersebut, proses pemilihan Rektor Unila kini memasuki perhatian publik pada tahapan berikutnya hingga keputusan resmi mengenai pemimpin universitas untuk periode mendatang diumumkan.***















