Upacara Hari Pahlawan 2025 Kabupaten Pringsewu: Semangat Para Pejuang Dijadikan Teladan untuk Generasi Kini

banner 468x60

MENTARI NEWS– Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2025, Pemerintah Kabupaten Pringsewu menggelar upacara di Taman Makam Pejuang (TMP) Purna Yudha Bhakti Keputran, Senin (10/11/2025). Upacara ini mengusung tema nasional “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan” dan berlangsung dengan khidmat, diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk pegawai ASN, prajurit TNI, anggota Polri, serta organisasi masyarakat dan kepemudaan.

Inspektur upacara, Wakil Kapolres Pringsewu Komisaris Pol. Robi Bowo Wicaksono, membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, yang menekankan pentingnya meneladani semangat para pahlawan bangsa. Wakapolres menjelaskan bahwa kemerdekaan tidak jatuh begitu saja, tetapi lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan para pendahulu.

banner 336x280

Tiga nilai utama yang dapat diteladani dari para pahlawan, menurut amanat tersebut, adalah:

1. Kesabaran para pahlawan – Kesabaran ini merupakan kunci lahirnya kemenangan. Para pejuang bangsa menyadari bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa melalui proses panjang dan pengorbanan tanpa pamrih.
2. Semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya– Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, dan tidak mengincar harta peninggalan penjajah. Mereka kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian. Kehormatan sejati tercermin dari manfaat yang ditinggalkan bagi masyarakat, bukan dari posisi atau jabatan yang dimiliki.
3. Pandangan jauh ke depan – Para pahlawan berjuang untuk generasi mendatang, untuk kemakmuran bangsa, dan menjadikan perjuangan sebagai ibadah. Semangat pantang menyerah ini menjadi inspirasi bagi generasi kini dalam meneruskan cita-cita luhur para pahlawan.

Wakapolres menambahkan, di era modern, perjuangan tidak lagi dilakukan dengan bambu runcing, melainkan melalui ilmu pengetahuan, empati, dan pengabdian. Namun, semangat membela yang lemah, menegakkan keadilan, dan memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal tetap relevan hingga kini. Ia menekankan pentingnya nilai ini dalam konteks pembangunan nasional, termasuk penguatan ketahanan nasional, pendidikan, keadilan sosial, dan pembangunan manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.

Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, Sekretaris Daerah M. Andi Purwanto, jajaran pemerintah daerah, anggota DPRD, Forkopimda, serta perwakilan instansi vertikal. Setelah upacara selesai, acara dilanjutkan dengan ziarah dan tabur bunga di pusara para pejuang TMP Purna Yudha Bhakti, sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan mereka.

Kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan pemberian bingkisan taliasih kepada sejumlah anggota Legiun Veteran Republik Indonesia di Bumi Jejama Secancanan, sebagai wujud penghargaan atas jasa-jasa mereka dalam membela tanah air. Upacara dan serangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang para pahlawan, tetapi juga menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar meneladani semangat kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.***

banner 336x280