Lapas Kalianda Dorong Zona Integritas dengan Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi ke Masyarakat

banner 468x60

MENTARI NEWS– Lapas Kelas IIA Kalianda mengambil langkah proaktif dalam memperkuat budaya integritas dengan menggelar kegiatan Sosialisasi Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) kepada masyarakat sekitar Kalianda, Selasa (14/10/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Lapas Kalianda untuk mendukung program pencegahan tindak pidana korupsi sekaligus memperkuat komitmen institusi menuju Zona Integritas, dengan target meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Beni Nurrahman, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh tentang gratifikasi, mulai dari pengertian, jenis-jenis, hingga mekanisme pelaporan yang transparan dan akuntabel. Menurutnya, masyarakat dan pegawai harus memiliki kesadaran tinggi untuk menolak segala bentuk gratifikasi yang dapat merusak integritas institusi.

banner 336x280

“Sosialisasi ini bukan sekadar formalitas, tapi langkah nyata menanamkan nilai kejujuran, etika, dan tanggung jawab. Kami ingin memastikan seluruh pegawai dan masyarakat memahami dampak negatif gratifikasi dan bagaimana cara melaporkannya jika terjadi,” ujar Beni Nurrahman.

Acara tersebut berlangsung interaktif dengan sesi dialog yang memungkinkan peserta bertanya langsung terkait prosedur pelaporan gratifikasi. Para peserta tampak antusias, menunjukkan keinginan kuat untuk terlibat dalam upaya pencegahan korupsi di lingkungan sekitar Lapas. Materi yang diberikan mencakup contoh nyata kasus gratifikasi, dampaknya terhadap pelayanan publik, serta tata cara melaporkan indikasi gratifikasi melalui kanal resmi yang aman dan terpercaya.

Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung Zona Integritas. Lapas Kalianda mendorong warga untuk aktif melaporkan setiap potensi gratifikasi yang mereka temui, sehingga tercipta lingkungan yang transparan, bersih, dan akuntabel. Beni menegaskan, langkah ini sejalan dengan visi Lapas Kalianda untuk menciptakan layanan publik yang profesional dan bebas dari praktik korupsi.

Dengan adanya sosialisasi ini, Lapas Kalianda berharap dapat menumbuhkan budaya integritas tidak hanya di kalangan pegawai, tetapi juga di masyarakat sekitar. Program ini menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pemasyarakatan, sekaligus memperkuat akuntabilitas dan pelayanan yang adil. Ke depan, Lapas Kalianda berkomitmen untuk melanjutkan berbagai program edukasi dan sosialisasi serupa secara berkala sebagai upaya membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya anti gratifikasi dan budaya integritas di sektor publik.***

banner 336x280