Bandar Lampung Ramai Isu Motor Kepsek, BKAD dan Disdik Pilih Irit Bicara

banner 468x60

MENTARI NEWS-  Dunia pendidikan dan birokrasi Kota Bandar Lampung kembali jadi bahan perbincangan publik. Kali ini, muncul rumor soal dugaan pembagian motor inventaris untuk para kepala sekolah SD dan SMP usai rapat tertutup yang digelar Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana bersama jajaran pejabat Pemkot dan para kepsek.

Rumor itu pertama kali mencuat dari informasi seorang jurnalis senior yang disebut dekat dengan lingkaran Pemkot Bandar Lampung. Informasi tersebut muncul bertepatan dengan berlangsungnya rapat di Gedung Semergou pada Selasa (26/5/2026).

banner 336x280

Menurut sumber tersebut, seluruh kepala sekolah bersama sejumlah pejabat penting seperti Kadis Pendidikan, Kadis Kominfo, hingga Asisten II Setda Bandar Lampung dikumpulkan dalam rapat yang dipimpin Asisten II Eka Afriana.

“Infonnya kepsek-kepsek bakal diberi inventaris motor. Katanya karena sudah masuk tahun politik,” ujar sumber tersebut.

Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi yang detail terkait isi rapat tersebut. Kepala BKAD Bandar Lampung, Zakky Irawan, yang bertanggung jawab soal pengelolaan keuangan daerah disebut belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi.

Sementara Kadisdikbud Bandar Lampung, M. Nur Ramdhan, hanya membenarkan adanya rapat tanpa menjelaskan lebih jauh isi pembahasannya.

“Wa’alaikumsalam… baru selesai,” jawabnya singkat.

Karena minimnya informasi resmi, rumor soal pengadaan motor inventaris itu pun makin liar dibahas publik.

Yang jadi sorotan, publik mulai mempertanyakan dari mana sumber anggaran jika benar ratusan motor akan dibagikan kepada sekitar 180 kepala sekolah di Bandar Lampung.

Apalagi sebelumnya, Kadisdikbud Bandar Lampung sendiri sempat mengakui bahwa kondisi anggaran pendidikan, khususnya belanja modal untuk pembangunan sekolah, masih sangat terbatas.

“Anggaran kita cukup besar, tapi itu untuk gaji semua,” ujar Ramdhan saat hearing bersama Komisi IV DPRD Bandar Lampung pada 18 Mei 2026.

Ia juga mengaku pihaknya kesulitan membangun sekolah baru maupun memperbaiki fasilitas pendidikan karena keterbatasan aset dan persoalan pengadaan lahan.

“Belanja modal untuk membenahi sekolah saja sulit,” katanya.

Pernyataan itu kemudian memicu pertanyaan publik. Jika untuk pembangunan dan pembenahan sekolah saja masih terkendala anggaran, lalu dari mana dana untuk pengadaan ratusan motor inventaris tersebut?

Rumor ini pun langsung memancing beragam komentar di tengah masyarakat, apalagi isu tersebut dikaitkan dengan situasi politik yang mulai menghangat menjelang tahun politik.

Sampai saat ini belum ada klarifikasi resmi dari Pemkot Bandar Lampung terkait benar atau tidaknya kabar pembagian motor inventaris untuk kepala sekolah tersebut.***

banner 336x280