MENTARI NEWS- Bakal calon Rektor Universitas Lampung (Unila), Dr. Budiono, menegaskan pentingnya membangun reputasi kampus melalui inovasi, kolaborasi, dan pencapaian yang selaras dengan standar internasional. Gagasan tersebut disampaikan dalam acara Unila Go Beyond Achievement, Rabu, 21 Oktober 2026.
“Mari bergerak bersama menjadikan Universitas Lampung sebagai universitas inovatif berkelas dunia yang berdampak bagi masyarakat dan industri,” ujar Budiono.
Gagasan tersebut juga menjadi sorotan setelah Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, yang merupakan alumni Fakultas Hukum Unila, menyampaikan pandangannya mengenai sosok Budiono beberapa waktu lalu.
Dalam pernyataan yang menjadi perhatian menjelang pemilihan rektor, Habiburokhman disebut meminta anggota senat dan pemilik suara agar mempertimbangkan Budiono, yang pernah mengetuai Tim Sistem Pengawas Internal Unila.
Budiono merupakan dosen dengan jabatan akademik Lektor di bidang Hukum Tata Negara. Pengalamannya di lingkungan kampus dinilai menjadi salah satu aspek yang relevan dalam pembahasan mengenai arah pengembangan Unila ke depan.
Selain berkecimpung di lingkungan perguruan tinggi, Budiono disebut membangun jejaring dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, sektor industri, serta berbagai lembaga. Jejaring tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan kerja sama dan penyelesaian persoalan yang berkaitan dengan kemajuan kampus maupun pembangunan daerah.
Budiono juga dikaitkan dengan sejumlah upaya pencarian solusi atas berbagai persoalan di kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari narasi mengenai pentingnya menghubungkan perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah.
Dalam gagasannya mengenai masa depan Unila, Budiono menekankan pentingnya soliditas tim dan hubungan yang harmonis di lingkungan kampus. Kolaborasi dengan alumni juga dipandang sebagai salah satu langkah untuk memperluas kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.
Melalui keterlibatan alumni, inovasi, serta kemitraan dengan berbagai sektor, Unila diharapkan mampu memperluas dampak pendidikan tinggi, termasuk menjangkau masyarakat di wilayah perdesaan.
Gagasan tersebut menempatkan penguatan reputasi akademik dan kontribusi sosial sebagai dua aspek yang perlu berjalan beriringan. Dengan demikian, pengembangan Unila tidak hanya berorientasi pada pencapaian di tingkat internasional, tetapi juga pada manfaat nyata bagi masyarakat dan industri.***

















