Kapolri Pimpin Rakor Lintas Sektoral, Sinergi Jadi Kunci Pengamanan Nataru

banner 468x60

MENTARI NEWS – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat koordinasi lintas sektoral terkait persiapan pengamanan dan pelayanan masyarakat dalam rangka perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Rakor ini digelar di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (15/12/2025), dengan menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dan pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya, Sigit menekankan bahwa keberhasilan pelayanan dan pengamanan Nataru sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak, baik dari tingkat pusat maupun daerah. “Tentunya sinergisitas adalah kunci. Keberhasilan pelayanan dan pengamanan Nataru ini adalah keberhasilan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya di Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu, kita minta kita terus bekerja sama bersatu padu dari pusat dan daerah untuk memberikan pelayanan yang terbaik,” ujar Sigit.

banner 336x280

Kapolri menegaskan bahwa personel Polri akan ditempatkan di titik-titik rawan, termasuk lokasi dengan potensi pergerakan masyarakat tinggi, sehingga pelayanan dan pengamanan bisa optimal. Prioritas khusus diberikan bagi wilayah yang berpotensi terdampak bencana, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. “Harus dalam kondisi betul-betul siap dan bila perlu memang ada cadangan yang harus disiapkan karena kebutuhannya pasti meningkat dibanding hari biasa,” tambah Sigit, menekankan pentingnya pembelajaran dari pengalaman sebelumnya di Sumatera.

Operasi Lilin 2025 menjadi salah satu langkah strategis yang akan dilaksanakan Polri bersama TNI, kementerian/lembaga, dan stakeholder terkait. Operasi ini berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, dengan melibatkan total 146.701 personel gabungan. Dari jumlah itu, 77.637 berasal dari Polri, 13.775 dari TNI, dan 55.289 personel dari berbagai instansi seperti Pol PP, Perhubungan, Linmas, Dinkes, Pramuka, Senkom, Pertamina, Ormas, Basarnas, Jasa Raharja, PLN, ASDP/APDEL, Organda, Angkasa Pura, Pelindo, Damkar, dan kementerian terkait lainnya.

Dalam operasi ini, Polri juga menyiapkan 44.436 objek pengamanan yang mencakup gereja, pusat belanja, terminal, stasiun kereta api, pelabuhan, bandara, lokasi wisata, dan objek perayaan lainnya. Pos-pos pengamanan, pelayanan, dan terpadu dibangun untuk mengatur kegiatan masyarakat, mulai patroli hingga kunjungan ke lokasi wisata. Selain itu, terdapat 763 pos pelayanan yang dapat digunakan pengendara sebagai tempat istirahat sementara, serta 333 pos terpadu sebagai pusat komando dan kendali operasi melibatkan semua stakeholder.

Kapolri juga meminta seluruh jajaran memantau kondisi cuaca melalui BMKG dan mengantisipasi potensi kerawanan di lokasi wisata populer. Rekayasa lalu lintas dan strategi pengaturan arus mudik dan balik juga menjadi fokus, dengan tujuan mencegah kemacetan dan menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat selama Nataru.

Rakor ini menunjukkan bahwa kesiapan pengamanan Nataru tidak hanya soal jumlah personel, tetapi juga koordinasi dan sinergi lintas sektoral yang matang. Kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan berbagai stakeholder dianggap sebagai kunci utama untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman.***

banner 336x280