Muhammad Alfariezie Kritik Sistem Lewat Puisi Republik Asyik Bernyanyi

banner 468x60

MENTARI NEWS – Penyair Muhammad Alfariezie menghadirkan karya terbaru berjudul Melahirkan Republik Asyik Bernyanyi yang menyoroti kondisi sosial dan politik Indonesia. Puisi ini menampilkan kritik subtil terhadap kebiasaan kolektif masyarakat yang pasif menghadapi kebohongan dan sistem yang tidak ideal, sekaligus menyinggung bagaimana kepasifan bisa menjadi penghalang pertumbuhan bangsa.

Puisi ini membuka dengan metafora kuat: “Ibu yang sedang sakit melahirkan republik,” yang menggambarkan bahwa republik ini lahir dalam kondisi tidak ideal, dibebani persoalan sosial, pendidikan, dan kepemimpinan. Alfariezie menekankan bahwa masalah bangsa bukan hanya disebabkan oleh satu pihak atau kelompok tertentu, melainkan oleh sistem yang membiarkan kepasifan merajalela.

banner 336x280

“Puisi ini bukan menyerang individu atau golongan tertentu, tetapi menyoroti bagaimana masyarakat secara kolektif memilih nyaman daripada bertindak,” ujar Alfariezie saat diwawancarai. Dalam baitnya, ia menulis: “Kita hatam kenyataan itu menyakitkan namun tetap menikmati sambil bernyanyi,” yang menjadi refleksi atas ironi sosial; masyarakat mengetahui ketidakbenaran dan dampaknya, tetapi tetap membiarkannya berjalan tanpa intervensi nyata.

Lebih lanjut, puisi ini menekankan bahwa kebohongan dan kepasifan telah menjadi bagian dari rutinitas sosial. Alfariezie menyinggung bahwa masyarakat sering terjebak dalam pengamatan dan komentar tanpa aksi, bahkan untuk hal sederhana seperti doa pun terasa berat dilakukan. Konsep “asyik bernyanyi” menjadi simbol dari kepuasan sementara terhadap kenyataan yang retak, seolah masyarakat lebih senang menjadi penonton daripada pelaku perubahan.

Selain itu, puisi ini juga menyoroti ketimpangan tanggung jawab moral. Alfariezie menegaskan bahwa bukan ketidakpintaran individu yang membuat republik mandek, tetapi terlalu banyak orang yang memahami situasi namun memilih pasif. Hal ini membuka ruang refleksi bagi pembaca mengenai peran individu dalam membangun bangsa yang mandiri dan bertanggung jawab.

Puisi Melahirkan Republik Asyik Bernyanyi menghadirkan pesan yang kuat: krisis bangsa tidak selalu terlihat dari kericuhan politik atau skandal besar, tetapi juga dari keheningan yang diterima bersama. Alfariezie menantang pembaca untuk keluar dari zona nyaman, tidak hanya mengamati, tetapi berpartisipasi aktif dalam perbaikan sosial dan politik.

Dengan gaya bahasa yang tajam namun puitis, karya ini berhasil memadukan kritik sosial, politik, dan budaya dalam bentuk sastra yang eksklusif sekaligus mudah diakses. Melahirkan Republik Asyik Bernyanyi menjadi pengingat bahwa pertumbuhan sebuah republik bergantung pada kesadaran kolektif dan keberanian individu untuk bertindak, bukan sekadar memahami realitas yang ada.***

banner 336x280