MENTARI NEWS– Konflik agraria terkait Hak Guna Usaha (HGU) PT Sugar Group Companies (SGC) di Lampung masih menjadi sorotan tajam. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Muda Lampung (FML) mengumumkan rencana menggelar diskusi publik di Jakarta untuk membahas sengketa yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini, dengan tujuan menghadirkan solusi nyata bagi semua pihak terkait.
Sekretaris Jenderal FML, M Iqbal Farochi, menegaskan bahwa persoalan HGU PT SGC bukan sekadar masalah administratif, melainkan menyangkut hak-hak masyarakat adat, petani lokal, serta kepentingan perusahaan yang harus seimbang. “Konflik ini telah menimbulkan ketegangan sosial di sejumlah daerah di Lampung dan dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Sudah saatnya kita membuka ruang diskusi yang konstruktif dan inklusif untuk menemukan solusi yang adil dan berkelanjutan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (25/9/2025).
Iqbal menambahkan, diskusi publik ini akan menjadi platform strategis untuk menghadirkan berbagai perspektif, termasuk dari mahasiswa, akademisi, tokoh masyarakat, pakar hukum, pengamat agraria, pemerintah daerah, hingga pihak perusahaan. “Kami ingin setiap suara didengar, terutama mereka yang sehari-hari merasakan dampak dari HGU ini,” tambahnya.
Rencananya, diskusi publik FML akan membahas beberapa fokus utama: pertama, meninjau kembali legalitas dan prosedur perpanjangan HGU PT SGC; kedua, menganalisis dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari operasional perusahaan terhadap masyarakat lokal; ketiga, merumuskan rekomendasi kebijakan yang bisa diusulkan kepada pemerintah pusat agar penyelesaian sengketa lebih transparan dan adil.
FML juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Iqbal menegaskan, hasil diskusi tidak hanya akan berhenti di meja pertemuan. “Kami ingin rekomendasi yang muncul bisa dijadikan dasar langkah konkret pemerintah pusat dan daerah dalam menuntaskan masalah ini. Tidak ada lagi jalan buntu, karena keadilan agraria harus menjadi prioritas,” jelasnya.
Selain itu, FML berencana menghadirkan sesi tanya jawab dan studi kasus dari masyarakat yang terdampak, untuk memberikan gambaran nyata tentang kondisi lapangan. “Ini bukan sekadar wacana akademis. Kami ingin memastikan suara rakyat terdengar, terutama mereka yang selama ini terpinggirkan dalam pengambilan keputusan terkait HGU,” tambah Iqbal.
Diskusi publik ini diprediksi akan menarik perhatian media nasional dan internasional, mengingat konflik HGU PT SGC menjadi simbol masalah agraria yang kerap muncul di Indonesia. FML berharap, acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kepedulian publik terhadap isu agraria dan mendorong terciptanya mekanisme penyelesaian sengketa yang lebih adil, transparan, dan berkelanjutan.***



















